Rabu, 10 Maret 2010
sendiri
ini kisah nyata yg aku ambil dari pengalaman aku, kemarin dan hari ini banyak pelajaran hidup yg aku ambil. contoh, kemarin gag sengaja aku melewati suatu perkampungan yg kumuh. entah apa nama perkampungan itu, gag sengaja juga aku melihat ibu paruh baya duduk sambil mengayam bambu. kemudian ku dekati beliau sambil mengucapkan salam kepada ibu itu, ibu itu sangat ramah pada ku. aku banyak bertanya dengannya, salah satu dari pertanyaan itu adalah mengapa ia dan orang sekitar itu mau menempati rumah yg sebenarnya sudah tidak layak ditinggali..? sampah berserakan dimana'', banyak sekali sampah disekitar rumah kumuh itu. blum lagi baunya yg sangat menyengat hidup yg dapat membuat smua orang menciumnya muntah.setelah aku bertanya pada ibu tersebut ia menjawab, "disini damai, kami temukan keceriaan disini, kami temukan kekeluargaan disini, tidak ada kepura-puraan diperkampungan ini. walaupun bau sampah yg sangat menyengat, tapi kami bahagia walaupun tidak munafik kami merindukan tempat yg layak kami tinggali '' . kemudian aku pun bertanya lagi, " kenapa ibu dan warga sekitar tidak menempati rumah yg jauh lebih layak dari rumah ini " ? ibu itu pun memandang ku dengan mata yg berkaca-kaca. " bukan kami tidak ingin untuk menempati rumah yg lebih layak, tapi apa daya kami sebagai rakyat kecil yg tak mempunyai sepeser uang dan sebuah benda berharga..? bisa makan hari ini saja kami sudah sangat bersyukur kpada Tuhan, saya mewakili warga disini hanya bisa pasrah menjalani hidup yg Tuhan berikan pada kami. karna saya yakin suatu saat nanti kami pasti akan diberikan hidup yg lebih layak dari ini ". kata ibu itu dengan kantung mata yg sembab seolah menahan air mata'a untuk tidak jatuh, aku pun saat itu sangat merasa malu. aku yg sudah hidup layak sering kali menginginkan yg lebih, terkadang aku suka lupa dengan apa yg sudah aku dapati. kurang'a aku bersyukur membuat ku merasa malu dengan orang'' disekitar perkampungan itu, aku pun bertanya dalam hati. masihkah ada keadilan untuk mereka..?? sering kali rakyat kecil seperti mereka menjadi korban dari ketidak adilan orang kaya, mereka ditindas, diremehkan, diinjak'' harga diri mereka. orang kaya terkadang hanya memikirkan materi, mereka lupa diri, paling utama lupa akan Tuhan. pertemuan singkatku dengan warga perkampungan kumuh itu memberikan ku pelajaran, bahwa orang yg kaya adalah orang yg slalu memaafkan dan slalu bersyukur dengan apa yg mereka terima. dan orang yg miskin adalah orang yg salalu meremehkan dan menindas, dengki, dan iri hati kepada orang lain. dan buatku, warga perumahan kumuh itu orang yg kaya sejati didunia dan diakhirat. dan yg miskin itu adalah orang yg mempunyai rumah mewah yg blum tentu akan mendapatkan kebahagiaan sepanjang hidup mereka. maka dari itu, kita yg sudah berkecukupan harus melihat kebawah. masih banyak saudara'' kita yg membutuhkan sebagian harta yg kita punya, mereka berhak atas sebagian harta kita. ingat, perkayalah dirimu dengan iman dan kasih. bukan dengan kedengkian dan tinggi hati.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Berlian tidak dapat diasah tanpa gesekan. Emas tidak dapat dimurnikan tanpa api.
BalasHapusOrang yang baik melewati rintangan, tanpa harus menderita.
Dengan pengalaman itu, hidup mereka menjadi lebih baik bukan sebaliknya.
Masih muda, korbankan kesehatan cari harta. Sudah tua, korbankan harta cari kesehatan.
BalasHapusKarena harta, orang asing menjadi seperti saudara. Karena harta, saudara menjadi seperti orang asing.
Orang kaya mampu beli ranjang enak, tapi gak bisa tidur enak (stress…). Orang miskin gak mampu beli ranjang enak, tapi bisa tidur enak (capek jadi kuli…)
Orang kaya punya duit buat foya-foya, tapi gak punya waktu. Orang miskin punya waktu buat foya-foya, tapi gak punya duit.
Masih muda, pengen jadi kaya biar nikmatin kekayaan, Udah kaya, gak punya waktu buat nikmatin kekayaan. Sekali punya waktu buat nikmatin kekayaan, udah keburu tua gak ada tenaga…
Bersyukurlah dan nikmati apa yang sudah kita dapat..